TEKNIK ALAT BERAT SMK NEGERI 6 BATAM

SMK Negeri 6 Batam adalah sekolah menengah kejuruan negeri yang berlokasi di Kampung Panau, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kode Pos 29467. Sekolah ini didirikan berdasarkan SK Pendirian KPTS.367/HK/IX/2014 dan berstatus negeri di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). SMK N 6 Batam menyelenggarakan pendidikan pagi selama 6 hari dalam seminggu, dengan total siswa sekitar 2.435 orang (1.982 laki-laki dan 453 perempuan) serta 80 guru. Visi sekolah adalah "Terwujudnya Peserta Didik yang Beriman, Cerdas, Terampil, Mandiri, dan Berwawasan Global". Sekolah ini dikenal sebagai SMK Pusat Keunggulan di kawasan industri, dengan fokus pada kemitraan industri untuk magang dan penyerapan lulusan, seperti kerja sama dengan PT Blue Steel Industries dan bantuan fasilitas dari Pemprov Kepri (misalnya, bus sekolah pada 2022).

Jurusan Teknik Alat Berat (TAB) merupakan salah satu dari lima kompetensi keahlian utama di sekolah ini, selain Teknik Pemesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, dan Teknik Komputer dan Jaringan. Jurusan ini dirancang untuk mempersiapkan siswa menjadi tenaga ahli di industri alat berat, seperti konstruksi, pertambangan, dan perkebunan di wilayah Batam yang kaya akan kawasan industri. Fasilitas pendukung meliputi bengkel praktik untuk perbaikan alat berat (seperti forklift), di mana siswa melakukan praktik langsung dari teori ke aplikasi nyata. Ada juga akun Instagram khusus (@alatberatangkatan1) untuk jurusan ini, yang membagikan aktivitas siswa seperti praktik perbaikan forklift dan kolaborasi dengan Teknik Kendaraan Ringan. Sekolah sering menyelenggarakan program magang industri untuk membangun kompetensi kerja, dengan penyerapan lulusan tinggi di perusahaan lokal.

 

Kontak sekolah: Email smkn6batam@gmail.com, Website resmi smkn6batam.sch.id, dan Instagram resmi @smkn6batamofficial.

Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Lulus

Kompetensi lulusan jurusan Teknik Alat Berat di SMK mengikuti Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) level 3, yang menekankan keterampilan vokasi untuk langsung bekerja sebagai teknisi atau operator alat berat. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan profesional, ahli, dan terampil dalam perawatan, perbaikan, serta operasional alat berat seperti excavator, bulldozer, loader, dan grader. Berikut adalah kompetensi utama yang diharapkan, disusun berdasarkan elemen kunci:

No.

Kompetensi Utama

Deskripsi Detail

1

Keterampilan Dasar Maintenance and Repair

Melaksanakan perawatan rutin, perbaikan sederhana, dan inspeksi harian pada alat berat, termasuk identifikasi kerusakan dasar dan penerapan prosedur keselamatan kerja (K3).

2

Pekerjaan Dasar Engine Alat Berat

Memahami dan memperbaiki komponen mesin diesel, termasuk sistem bahan bakar, pelumas, pendingin, dan induksi udara; melepas dan memasang bagian engine dengan tepat.

3

Pekerjaan Dasar Listrik Alat Berat

Mengidentifikasi, melepas, dan memasang sistem kelistrikan seperti baterai, starter, pengisian, dan kontrol listrik; memahami wiring diagram dan connector.

4

Remove dan Instal Kelistrikan serta Control System

Melakukan pelepasan dan pemasangan sistem kontrol listrik, termasuk mekatronik, untuk memastikan fungsi operasional alat berat.

5

Remove dan Instal Powertrain serta Undercarriage

Melepas dan memasang sistem pemindah tenaga (seperti transmisi, differential, final drive) dan kerangka bawah (roda, track, steering, brake) dengan mematuhi standar keselamatan.

6

Pemahaman Dasar Kejuruan Mesin dan Pembentukan Logam

Menjelaskan proses konversi energi, pembentukan logam, dan prosedur K3; menginterpretasikan gambar teknik dan manual book untuk troubleshooting.

7

Operasional dan Pemeliharaan Alat Berat

Menjadi operator kompeten untuk alat berat di proyek konstruksi/pertambangan, dengan kemampuan membuat Job Safety Analysis (JSA) dan pemeliharaan berkala (250-1.000 jam).

Lulusan siap bekerja di bidang konstruksi, pertambangan, perkebunan, atau manufaktur, dengan peluang sebagai teknisi alat berat, operator, atau supervisor maintenance. Di Batam, penyerapan kerja tinggi berkat lokasi dekat kawasan industri Kabil.

Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka di SMK menerapkan pendekatan berbasis fase (Fase F untuk kelas XI-XII), dengan fokus pada pengembangan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran proyek, magang industri, dan asesmen berbasis kompetensi. Mata pelajaran Teknik Alat Berat bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk menjadi teknisi alat berat yang kompeten, inovatif, dan aman. Karakteristiknya meliputi integrasi teori-praktik, penggunaan manual book industri, dan kolaborasi dengan mitra kerja.

Berikut capaian pembelajaran (CP) lengkap untuk Fase F (akhir SMK), disusun per elemen. Setiap elemen mencakup capaian akhir yang harus dicapai siswa, dengan penekanan pada bernalar kritis, kolaborasi, dan aplikasi nyata.

Elemen

Capaian Pembelajaran Detail

Model Unit Alat Berat atau Product Knowledge

Pada akhir Fase F, peserta didik mampu menyebutkan nama dan fungsi masing-masing produk alat berat (misalnya, excavator, bulldozer, dump truck), termasuk spesifikasi dasar seperti kapasitas, jenis drive, dan aplikasi industri. Siswa diharapkan mengintegrasikan pengetahuan ini dalam pemilihan alat berat untuk proyek simulasi.

Gambar Teknik

Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi dan membaca struktur gambar penampang komponen pada manual book, termasuk simbol pada hydraulic dan pneumatic circuit diagram, electric wiring diagram, serta memahami cara membaca part book. Siswa dapat menggambar sketsa sederhana untuk troubleshooting dan mendokumentasikan perbaikan.

Diesel Engine Alat Berat

Pada akhir Fase F, peserta didik memiliki pengetahuan dan mampu menyebutkan nama, fungsi, lokasi, struktur, serta prinsip kerja komponen-komponen utama engine diesel. Termasuk pemahaman sistem pendukung: fuel system (pompa, injector), lubricating system (pompa oli, filter), cooling system (radiator, thermostat), dan air induction system (turbocharger, intercooler). Siswa dapat melakukan inspeksi dan perbaikan dasar engine.

Sistem Kelistrikan Alat Berat

Pada akhir Fase F, peserta didik dapat menyebutkan nama, fungsi, lokasi, struktur, dan prinsip kerja komponen utama seperti baterai, starting system (starter motor), preheating system (glow plug), charging system (alternator). Selain itu, identifikasi tipe dan struktur connector serta wire, termasuk electrical control engine, electrical power train, electrical hydraulic system, dan mekatronik. Siswa mampu mendiagnosis gangguan listrik sederhana menggunakan multimeter.

Sistem Hydraulic Alat Berat

Pada akhir Fase F, peserta didik memiliki pengetahuan dan mampu menyebutkan nama, fungsi, lokasi, struktur, serta prinsip kerja hydraulic pump (gear, piston, vane), hydraulic tank, control valve (spool, solenoid), hydraulic actuator, hydraulic cylinder, dan hydraulic motor. Termasuk komponen pendukung seperti hydraulic hose dan filter. Siswa dapat melakukan pengujian tekanan dan perbaikan kebocoran dasar.

Pemindah Tenaga (Power Train) dan Kerangka Bawah (Undercarriage)

Pada akhir Fase F, peserta didik dapat menyebutkan nama, fungsi, lokasi, struktur, dan prinsip kerja komponen pada sistem power train seperti direct drive, torqflow drive, electric drive, HST system, differential, final drive, wheel; serta undercarriage termasuk track, roller, idler. Juga mencakup steering system dan brake system (hidraulik, pneumatik). Siswa mampu melakukan penyetelan dan perbaikan komponen ini.

Perawatan Berkala Unit Alat Berat

Pada akhir Fase F, peserta didik dapat melakukan perawatan harian dan berkala (250 jam, 500 jam, 1.000 jam), termasuk penyelesaian gangguan sederhana pada diesel engine, powertrain, steering system, brake system, hydraulic system, dan electric system. Siswa memiliki pengetahuan dasar struktur pengoperasian alat berat dalam lingkup perawatan, serta mampu membuat Job Safety Analysis (JSA) sebelum melakukan perawatan. Ini mencakup simulasi magang industri untuk aplikasi nyata.