TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK NEGERI 6 BATAM
SMK Negeri 6 Batam adalah sekolah menengah kejuruan negeri yang berlokasi di Kampung Panau, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau 29467. Sekolah ini memiliki NPSN 11003158, akreditasi B, dan menerapkan Kurikulum Merdeka sejak tahun ajaran terbaru. SMK N 6 Batam didirikan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor industri, khususnya di kawasan Batam yang merupakan pusat manufaktur dan otomotif. Sekolah ini memiliki 24 ruang kelas, fasilitas laboratorium, dan workshop untuk praktik kejuruan.
Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO) merupakan salah satu program keahlian unggulan di sekolah ini, yang pertama kali dibuka pada tahun ajaran 2013/2014. Jurusan ini fokus pada pelatihan siswa untuk menjadi tenaga ahli di bidang perawatan, perbaikan, dan modifikasi kendaraan ringan (seperti mobil penumpang dan sepeda motor). Program ini memiliki akreditasi B dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif di Batam, yang dekat dengan zona industri seperti Batu Ampar dan Kawasan Industri Batamindo. Siswa belajar melalui kombinasi teori dan praktik di workshop bengkel, dengan penekanan pada standar keselamatan kerja (K3) dan teknologi otomotif modern seperti sistem elektronik dan hybrid.
Fasilitas Pendukung Jurusan TKRO:
- Workshop bengkel otomotif lengkap dengan alat diagnostik, hoist, dan peralatan overhaul engine.
- Laboratorium teknik dasar untuk simulasi sistem kendaraan.
- Kerjasama dengan industri lokal untuk magang (PKL) di dealer resmi seperti Toyota atau Honda di Batam.
- Akses ke Kurikulum Merdeka yang fleksibel, termasuk proyek berbasis industri.
Kontak dan Akses:
- Telepon: (0778) 7340056 atau 0811 7750056.
- Email: smk6batam@gmail.com.
- Website: smkn6batam.sch.id.
- Facebook: SMK Negeri 6 Batam.
Siswa jurusan ini biasanya berjumlah 30-40 per kelas, dengan total siswa sekolah sekitar 600-700 orang. Pendaftaran melalui PPDB online Provinsi Kepulauan Riau, dengan biaya sekolah gratis untuk siswa negeri (hanya biaya OSIS dan seragam).
Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Lulus
Setelah lulus dari jurusan TKRO di SMK N 6 Batam (atau SMK umum di Indonesia), siswa diharapkan memiliki kompetensi keahlian yang selaras dengan standar industri otomotif nasional, termasuk sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) seperti Mekanik Kendaraan Ringan Tingkat Madya. Kompetensi ini mencakup keterampilan teknis, manajemen bengkel, dan soft skills untuk dunia kerja atau wirausaha. Berikut adalah kompetensi utama yang diharapkan, berdasarkan Kurikulum Merdeka dan standar keahlian Teknik Otomotif:
|
No. |
Kompetensi Utama |
Deskripsi Singkat |
Prospek Kerja Terkait |
|
1 |
Perawatan dan Overhaul Sistem Engine |
Mampu membongkar, memeriksa, memperbaiki, dan memasang komponen engine (sistem pelumasan, pendinginan, bahan bakar gasoline/diesel, EMS, pemasukan udara, dan pembuangan emisi). |
Mekanik engine di bengkel resmi/dealer. |
|
2 |
Perawatan Sistem Pemindah Tenaga |
Melakukan overhaul clutch, transmisi manual/otomatis, poros propeller, differential, dan poros penggerak roda. |
Teknisi transmisi di industri otomotif. |
|
3 |
Perawatan Sistem Sasis |
Memperbaiki rem (ABS/non-ABS), kemudi (manual/hidrolik/elektronik), suspensi, roda/ban, serta spooring/balancing. |
Spesialis sasis di showroom atau operator alat berat. |
|
4 |
Elektrikal dan Elektronik Kendaraan |
Merawat baterai, jaringan kelistrikan, penerangan, wiper, power window, starter, pengisian, pengapian, AC, dan audio-video. |
Teknisi listrik otomotif atau quality control perakitan. |
|
5 |
Manajemen Bengkel dan Pelayanan |
Memahami alur service, pengelolaan sparepart, quality check, dan peran seperti mechanic/toolman/CRO, dengan POS dan APD. |
Manajer bengkel atau sales advisor di dealer. |
|
6 |
Sistem Pengaman dan Kontrol Elektronik |
Memahami alarm, immobilizer, sensor (radar/lidar/ultrasonic/camera), dan modul kontrol (ECM, TCM, ABS, airbag). |
Teknisi sistem keamanan di pabrik otomotif. |
|
7 |
Kewirausahaan dan Adaptasi Industri |
Mampu berwirausaha (buka bengkel), adaptasi teknologi hybrid/listrik, dan bersertifikat BNSP untuk kompetisi global. |
Wirausaha bengkel independen atau karyawan di industri seperti PT Astra atau Yamaha. |
Lulusan diharapkan siap kerja langsung (80% penyerapan industri), melanjutkan ke D3/D4 Teknik Mesin, atau wirausaha. Di Batam, prospek tinggi karena banyaknya pabrik otomotif dan pelabuhan yang membutuhkan teknisi kendaraan.
Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka (Lengkap dan Detail)
Kurikulum Merdeka di SMK menekankan profil pelajar Pancasila dengan fokus pada proyek berbasis industri. Untuk jurusan TKRO, capaian pembelajaran (CP) dibagi per fase: Fase E (kelas 10-11) dan Fase F (kelas 12). Namun, berdasarkan referensi resmi Kemdikbud, CP utama untuk akhir program adalah Fase F, yang mencakup integrasi semua keterampilan. Berikut CP lengkap untuk Mata Pelajaran Teknik Kendaraan Ringan Fase F (akhir SMK), yang menjadi dasar Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan asesmen. Setiap elemen menekankan penerapan POS, APD, dan K3.
Elemen 1: Konversi Energi Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Memahami proses konversi energi kendaraan ringan dari sumber energi primer (bahan bakar, listrik) menjadi tenaga gerak.
- Mengidentifikasi sumber energi utama: Gasoline (bensin), Diesel (solar), Listrik (baterai/EV), dan Hybrid (kombinasi).
- Menganalisis efisiensi konversi dan dampak lingkungan (emisi karbon).
Elemen 2: Proses Pelayanan dan Manajemen Bengkel Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Memahami dan menerapkan alur proses: Penerimaan service (reception), pelaksanaan service (diagnosis dan perbaikan), pengelolaan alat/bahan (inventory sparepart), quality check (tes jalan/post-service), dan penyerahan kendaraan.
- Melaksanakan tugas peran: Security (keamanan), Customer Relation Officer (CRO - komunikasi pelanggan), Sales Advisor (penjualan aksesoris), Mechanic (perbaikan inti), Toolman (pengelolaan alat), Cleaning Service (kebersihan).
- Semua aktivitas sesuai POS bengkel dan penggunaan APD (sarung tangan, kacamata, helm) serta peraturan K3.
Elemen 3: Prosedur Penggunaan Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Menerapkan prosedur pengecekan pra-berkendara (ban, oli, rem, lampu) dan pasca-berkendara (cek kerusakan).
- Mengoperasikan kendaraan manual (kopling, gigi) dan/atau otomatis (transmisi CVT/AT) dengan aman, termasuk handling di berbagai kondisi jalan.
Elemen 4: Perawatan Berkala Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Melakukan perawatan rutin pada interval 1.000 KM (ganti oli dasar), 10.000 KM (filter udara/bahan bakar), 20.000 KM (busi, timing belt), dan kelipatannya (overhaul minor).
- Termasuk inspeksi visual, penggantian komponen, dan pencatatan servis sesuai buku servis resmi.
- Semua pekerjaan dengan POS dan APD.
Elemen 5: Sistem Engine Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Melakukan perawatan dan overhaul (pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan, pemasangan) pada:
- Komponen utama engine (piston, crankshaft, valve).
- Sistem pelumasan (pompa oli, filter).
- Sistem pendinginan (radiator, thermostat).
- Sistem bahan bakar (karburator/injektor konvensional/elektronik untuk gasoline/diesel).
- Engine Management System (EMS - ECU tuning).
- Sistem pemasukan udara (intake manifold, throttle body).
- Sistem pembuangan dan kontrol emisi (katalisator, EGR).
- Integrasi dengan diagnostik OBD-II.
Elemen 6: Sistem Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Melakukan perawatan dan overhaul pada:
- Sistem clutch (hidrolik/mekanik).
- Sistem transmisi manual (gearbox) dan otomatis (torque converter).
- Poros propeller (driveshaft).
- Differential (gear rasio).
- Poros penggerak roda (axle).
- Termasuk alignment dan torque spesifikasi.
Elemen 7: Sistem Sasis Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Melakukan perawatan dan overhaul pada:
- Sistem rem (drum/disc dengan ABS/non-ABS, bleeding hidrolik).
- Sistem kemudi (rack & pinion manual, power steering hidrolik/elektronik).
- Sistem suspensi (shock absorber, coil spring).
- Roda dan ban (rotasi, balancing, spooring).
- Pengukuran toe-in/toe-out dan camber.
Elemen 8: Elektrikal Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Merawat baterai (charging, testing).
- Melakukan perawatan dan overhaul pada:
- Jaringan kelistrikan (wiring harness, fuse).
- Sistem penerangan dan lampu tanda (headlamp, brake light).
- Sistem wiper dan washer (motor, nozzle).
- Sistem power window dan central lock (actuator).
- Electrical mirror (folding).
- Sistem starter (solenoid).
- Sistem pengisian (alternator, regulator).
- Sistem pengapian (coil, spark plug).
- Sistem AC (kompresor, evaporator).
- Sistem audio-video (head unit, speaker).
- Penggunaan multimeter dan oscilloscope.
Elemen 9: Sistem Pengaman dan Sistem Kontrol Elektronik Kendaraan Ringan
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu:
- Memahami dan memasang/memperbaiki:
- Sistem keamanan (alarm, keyless entry, immobilizer, Intelligent Automotive Safety System seperti ADAS).
- Sistem kontrol elektronik: Sensor (kecepatan, suhu), radar/lidar/ultrasonic/camera untuk parkir/collision avoidance.
- Modul kontrol: Engine Control Module (ECM), Transmission Control Module (TCM), ABS Control Module, Airbag Control Module, Breaking/Chassis/Steering/Powertrain/Body MCU.
- Integrasi dengan software diagnostik seperti Techstream atau IDS.
Catatan untuk Fase E (Kelas 10-11): CP Fase E lebih dasar, fokus pada pengenalan konsep (misalnya, dasar engine dan sasis sederhana), tetapi detail lengkapnya belum tersedia di referensi resmi saat ini. Transisi ke Fase F menekankan proyek akhir seperti overhaul lengkap kendaraan.

0 Komentar
Tambahkan Komentar