TEKNIK PENGELASAN SMK NEGERI 6 BATAM

Deskripsi Jurusan Teknik Pengelasan di SMK Negeri 6 Batam dengan Kurikulum Merdeka

SMK Negeri 6 Batam, yang didirikan pada tahun 2014 dan berlokasi di Kota Batam, Kepulauan Riau, merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan negeri yang fokus pada pendidikan vokasi untuk mempersiapkan siswa menghadapi era globalisasi dan perkembangan teknologi. Sekolah ini menerapkan Kurikulum Merdeka sejak tahun ajaran 2022/2023, yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran, penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan penyesuaian dengan kebutuhan industri. Kurikulum ini menekankan pada capaian pembelajaran (CP) berbasis fase perkembangan siswa (Fase E untuk kelas X dan Fase F untuk kelas XI-XII), proyek penguatan profil pelajar (P5), serta integrasi hard skills (keterampilan teknis) dan soft skills (sikap dan karakter).

Jurusan Teknik Pengelasan (juga dikenal sebagai Konsentrasi Keahlian Teknik Pengelasan) di SMK Negeri 6 Batam termasuk dalam bidang keahlian Teknologi Manufaktur dan Rekayasa. Jurusan ini dirancang untuk mendidik dan melatih siswa agar memiliki karakter yang terintegrasi, pengetahuan memadai, dan keterampilan handal sebagai tenaga kerja tingkat menengah di industri pengelasan atau sebagai wirausahawan di bidang fabrikasi logam. Batam sebagai pusat industri maritim, shipyard, dan manufaktur (seperti PT. Batamindo Investment Cakrawala dan kawasan industri Batu Ampar) membuat jurusan ini sangat relevan, karena lulusan dibutuhkan untuk mendukung sektor perkapalan, konstruksi, dan otomotif. Program ini menekankan praktik langsung di bengkel (workshop) dengan fasilitas lengkap seperti mesin las SMAW, GMAW, GTAW, dan OAW, serta kerjasama dengan dunia usaha/industri (DU/DI) untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan sertifikasi BNSP.

Kurikulum Merdeka di Jurusan Teknik Pengelasan

Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 6 Batam untuk jurusan Teknik Pengelasan mengikuti struktur nasional SMK, dengan alokasi waktu total 216-288 jam pelajaran per tahun untuk mata pelajaran vokasi. Kurikulum ini terbagi menjadi:

  • Intrakurikuler (70-80%): Mata pelajaran wajib nasional (seperti Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika) dan keahlian (Dasar-dasar Teknik Pengelasan dan Teknik Pengelasan).
  • Ekstrakurikuler (10-20%): Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan budaya kerja, seperti proyek simulasi kewirausahaan pengelasan pipa atau konstruksi baja.
  • Praktik Kerja Lapangan (PKL): Minimal 3-6 bulan di industri, sinkron dengan kurikulum DU/DI untuk link and match.

Kurikulum dibagi berdasarkan fase:

  • Fase E (Kelas X): Fokus pada dasar-dasar, keselamatan kerja, dan pengenalan proses pengelasan. Alokasi: 36 JP/minggu.
  • Fase F (Kelas XI-XII): Pengembangan keterampilan lanjutan, gambar teknik, dan aplikasi industri. Alokasi: 40 JP/minggu, termasuk 20% untuk proyek mandiri.

Berikut adalah struktur mata pelajaran utama dalam Kurikulum Merdeka untuk Teknik Pengelasan (berdasarkan panduan Kemdikbudristek dan adaptasi SMK serupa di Batam):

Fase Mata Pelajaran Utama Deskripsi Singkat Alokasi Waktu (JP/Tahun)
E (Kelas X) Dasar-dasar Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam Pengenalan profesi, keselamatan kerja (K3LH), metrologi (pengukuran), proses bisnis pengelasan, dan perkembangan teknologi (e.g., pengelasan robotik). 144
  Bahasa Indonesia Teknik Membaca/menulis laporan teknis pengelasan. 72
  Matematika Teknik Perhitungan dimensi las, sudut, dan toleransi. 72
  Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan Integrasi etika kerja dan gotong royong dalam proyek. 72
F (Kelas XI-XII) Teknik Pengelasan Praktik pengelasan OAW, SMAW, GMAW, GTAW pada baja karbon (posisi 1G-6G), identifikasi cacat las, simbol las, dan fabrikasi (e.g., pengelasan pipa/kapal). 216
  Gambar Teknik Pengelasan Menggambar 2D/3D dengan CAD, bentangan pelat, dan simbol las. 108
  Kewirausahaan Teknik Simulasi usaha jasa pengelasan, analisis pasar di Batam. 72
  Praktik Kerja Lapangan (PKL) Magang di shipyard Batam (e.g., PT. Karang Cahaya). 720 jam (setara 3 bulan)

Kurikulum ini fleksibel, memungkinkan guru menyesuaikan modul ajar berdasarkan kebutuhan siswa dan industri lokal, seperti pengelasan untuk offshore platform di Batam. Penilaian berbasis asesmen autentik (portofolio praktik, observasi, dan proyek), bukan hanya ujian tulis.

Capaian Pembelajaran yang Diharapkan (Expected Learning Outcomes)

Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka untuk Teknik Pengelasan difokuskan pada pencapaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap di akhir setiap fase. CP ini selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Welding Procedure Specification (WPS), serta Profil Pelajar Pancasila (beriman, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, kreatif, dan berkebhinekaan global). Berikut capaian utama yang diharapkan:

Fase E (Akhir Kelas X):

  • Pengetahuan: Memahami perkembangan teknologi pengelasan (e.g., pengelasan otomatis pada pipa/kendaraan, robotik di konstruksi kapal/pesawat) dan isu terkini seperti keselamatan lingkungan di industri Batam. Menganalisis proses bisnis pengelasan secara menyeluruh, termasuk pengelolaan SDM dan kearifan lokal.
  • Keterampilan: Menerapkan prosedur K3LH dalam menggunakan perkakas bengkel; mempersiapkan peralatan OAW dasar dan melakukan pengelasan pelat baja karbon posisi 1G (di bawah tangan) sesuai WPS; mengukur dengan metrologi dasar untuk fabrikasi logam.
  • Sikap: Mandiri dalam simulasi proyek kewirausahaan (e.g., desain produk las sederhana); bernalar kritis dalam menganalisis cacat las awal; gotong royong dalam proyek P5 seperti pembuatan rangka baja mini.

Fase F (Akhir Kelas XII):

  • Pengetahuan: Menguasai simbol dan standar pengelasan (AWS/ISO); memahami distorsi las dan cara mengatasinya; menganalisis mutu las pada aplikasi industri (e.g., konstruksi baja di Batam).
  • Keterampilan: Melaksanakan pengelasan lanjutan: SMAW (posisi 1G-4G), GMAW/GTAW (posisi mendatar/vertikal), pengelasan pipa (5G/6G); membuat gambar kerja 2D/3D dengan CAD; mengidentifikasi/mengatasi cacat las (e.g., porositas, retak); mempersiapkan dan menyetel mesin las sesuai SOP industri.
  • Sikap: Kreatif dalam berwirausaha (e.g., jasa las custom untuk UMKM Batam); bertanggung jawab etis dalam kerja tim industri; global-minded dengan adaptasi teknologi baru seperti las robotik.

Capaian ini dievaluasi melalui portofolio (video praktik las), sertifikasi uji kompetensi (e.g., welder 3G BNSP), dan proyek akhir seperti fabrikasi prototipe kapal mini. Target: 80% siswa mencapai CP minimal "Baik" untuk siap kerja.

Prospek Lulusan Secara Lengkap dan Detail

Lulusan Teknik Pengelasan SMK Negeri 6 Batam memiliki prospek kerja yang sangat menjanjikan, mengingat Batam sebagai kawasan ekonomi khusus dengan ribuan lowongan di sektor maritim dan manufaktur. Tingkat penyerapan kerja mencapai 90-95% dalam 6 bulan pasca-lulus, dengan gaji awal Rp 4-7 juta/bulan (tergantung sertifikasi). Lulusan siap sebagai tenaga kerja tingkat menengah (skilled welder) atau wirausahawan, dengan potensi naik ke level supervisor setelah 2-3 tahun pengalaman.

Pilihan Karir Utama:

  1. Industri Perkapalan dan Offshore (Shipyard): Welder kapal di PT. Batam Shipyard atau PT. Natuna Shipyard; tugas: pengelasan lambung kapal, pipa, dan struktur baja. Prospek: Sertifikasi 6G untuk gaji >Rp 10 juta; peluang magang langsung dari PKL.
  2. Konstruksi dan Manufaktur: Juru las rangka baja/jembatan di PT. Wijaya Karya atau pabrik alat berat; tugas: fabrikasi bejana tekan, pressure vessel. Prospek: Kerjasama dengan BUMN seperti PT. Pupuk Indonesia; peluang ekspor ke Singapura.
  3. Otomotif dan Alat Berat: Teknisi las karoseri di PT. Astra Otoparts atau dealer Komatsu; tugas: perbaikan chassis kendaraan. Prospek: Sertifikasi AWS untuk posisi senior; gaji kompetitif di kawasan industri Batam.
  4. Energi dan Pertambangan: Pengelas pipa di PT. Chevron atau rig offshore; tugas: las pipeline gas/minyak. Prospek: Pelatihan lanjutan untuk las hyperbarik; tingkat keselamatan tinggi sesuai K3.
  5. Wirausaha: Buka jasa las mandiri (e.g., las gerobak makanan atau furnitur custom) atau workshop kecil di Batam; dukungan dari program kewirausahaan SMK. Prospek: Modal awal Rp 50-100 juta, ROI dalam 1 tahun via e-commerce.

Jalur Pengembangan Lanjutan:

  • Sertifikasi: BNSP Welder SMAW/GMAW (gratis via kerjasama DU/DI); internasional AWS D1.1 untuk karir global.
  • Pendidikan Tinggi: Lanjut D3/S1 Teknik Mesin/Pengelasan di politeknik Batam atau Universitas Riau; beasiswa KIP Kuliah tersedia.
  • Tantangan & Dukungan: Adaptasi teknologi (e.g., las laser); SMK Negeri 6 Batam sediakan tracing alumni dan bazar kerja tahunan.

Jurusan ini ideal bagi siswa yang suka kerja tangan dan teknologi, dengan komitmen SMK Negeri 6 Batam untuk lulusan "beriman, cerdas, terampil, mandiri, dan berwawasan global". Untuk info lebih lanjut, kunjungi situs resmi smknegeri6batam.sch.id atau hubungi sekolah di (0778) 463058.