SMKN 6 Batam Raih 2 Predikat dari Kemendikbudristek, Menjadi Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan

Kepala SMKN 6 Batam, Deden Suryana MPd,

Batam – Prestasi membanggakan diraih SMKN 6 Batam pada tahun ini karena berhasil meraih dua predikat bergengsi dari kemendikbudristek dalam program Merdeka Belajar episode ketujuh sebagai sekolah penggerak, dan episode ke 8 sebagai SMK Pusat Keunggulan.

Untuk mendapatkan dua predikat tersebut, tidak mudah. Pihak sekolah terlebih dahulu wajib mengikuti serangkaian seleksi ketat bersaing bersama seluruh satuan Pendidikan di seluruh Indonesia.

Selain itu juga, seleksi juga melibatkan serangkaian tes atau pengujian serta wawancara terhadap kepala sekolah dengan pedoman materi ditetapkan pihak kemendikbudristek.

Menurut Kepala SMKN 6 Batam, Deden Suryana MPd, bahwa tujuan dari sekolah penggerak itu sendiri dalam upaya mewujudkan program Merdeka Belajar dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik melalui berbagai inovasi-inovasi pembelajaran yang berpihak pada murid untuk menghasilkan profil pelajar
Pancasila.

Sementara program SMK Pusat Keunggulan, kata dia, bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja. Disamping itu, diharapkan bisa menjadi pusat peningkatan kualitas dan rujukan bagi SMK lainnya.

“Seleksi Sekolah Penggerak ini diintergrasikan dengan SMK Pusat Keungggulan. Ketika sekolah terpilih jadi SMK Pusat Keunggulan, secara otomatis menjadi Sekolah Penggerak. Prosedur seleksinya hampir sama, dari mulai admistrasi, sesi wawancara, menyampaikan program sekolah. Nah nantinya dalam pelaksanaan, kedua program ini saling melengkapi,” ujarnya kemarin lalu.

Dijelaskan Deden, meski dua program ini dalam satu paket, namun untuk sekolah pengerak ini lebih mengedepankan SDM dan berbagai inovasi pembelajaran. Dimana sekolah harus menyipakan guru-guru yang mampu menyajikan pembelajaran yang menyenangkan, terutama dukungan digital media dalam memudahkan konsep pembelajaran diterapkan agar lebih menyenangkan.

“Dalam waktu dekat kita akan mengadakan inhouse training dengan tutornya nanti dari pengawas, kepsek dan 10 orang guru komite yang akan menjadi fasilitaror pelatih selanjutnya. Saya sendiri telah mengikuti bimtek program Sekolah Pengerak di Solo selama empat hari,” jelasnya.

Untuk Sekolah Pengerak ini, dijabarkan Deden, diemban selama tiga tahun oleh sekolah dengan target capaian minimal dua langkah ditetapkan dapat tercapai. Setelah itu, sekolah akan mengikuti level selanjutnya yang akan diprogramkan oleh Kemendikbudristek, tentunya dengan program lebih menantang lagi dalam inovasi peningkatan mutu pendidikan. (*)
Sumber: aat/gokepri.com

Admin

Akun dikelola oleh Tim Dokumentasi SMK

Temukan Kami

Artikel Lainnya

Tenaga Pendidik